Sunday, December 22, 2013

(Makalah) Rumput Laut


0
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan yang dua pertiga wilayah negaranya adalah laut dan lautan dengan 13.667 buah pulau besar maupun kecil, serta mempunyai garis pantai terpanjang di dunia, yaitu kurang lebih 80.791,42 km. Selain itu, kekayaan alam di dalamnya pun luar biasa banyaknya, terutama dengan keanekaragaman jenis hewan (fauna), tumbuh-tumbuhan (flora), serta bahan tambang dan mineral. Apalagi tingkat pencemaran laut indonesia relatif kecil, yaitu hanya sekitar 0,2 persen bila dibandingkan dengan pencemaran laut yang terjadi diseluruh dunia.
Tetapi sangat disayangkan, potensi laut Indonesia yang sedemikian baiknya kurang dimanfaatkan secara optimal serta tidak diimbangi pula dengan usaha pengembangan lebih lanjut. Sampai sejauh ini, sebagian besar petani ikan (nelayan) hanya melakukan kegiatan pemungutan hasil laut saja tanpa adanya usaha-usaha pengembangan. Namun demikian, ada juga sebagian kecil yang sudah mulai dikembangkan, seperti pembudidayaan beberapa jenis ikan, udang, dan rumput laut. Saat ini yang sedang banyak dikembangkan di Indonesia adalah pembudidayaan rumput laut. Bahkan di beberapa daerah sudah dilakukan secara besar-besaran. Contohnya, di teluk Jakarta, bahkan di propinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di daerah pesisir Takala, Bulukumba, dan Maros, areal budidaya rumput laut  lebih  kurang  seluas 775 Ha dengan hasil sekali panen  lebih  kurang 170 ton.
Rumput laut (sea weed) merupakan hasil perikanan yang bukan berupa ikan, tetapi berupa tanaman. Usaha budidaya ini mengingat potensi rumput laut sebagai salah satu komoditas ekspor nonmigas ternyata mempunyai prospek ekonomi yang cukup cerah.
1.2 Rumusan Masalah
  1. Apa itu rumput laut ?
  2. Dimana habitat rumput laut ?
  3. Klasifikasi dari rumput laut ?
  4. Manfaat rumput laut ?
1.3 Tujuan
Tujuan  mengenal  Rumput Laut adalah agar dapat memahami dengan baik tentang rumput laut dan dapat membuka inspirasi bagi pembaca dalam memanfaatkan rumput laut sebaik mungkin

 BAB II
PEMBAHASAN
2.1   Apa itu Rumput Laut
Rumput laut termasuk beberapa jenis (species) dari alga atau ganggang, dimana alga ini dikenal sebagai ”vegetasi perintis” (tanaman perintis). Alga mengandung klorofil,  karotenoid, dan juga kromatophora (butiran-butiran zat warna), seperti hijau, biru, keemasan, dan lain sebagainya.
Alga atau phyton dalam bahasa latin mempunyai nama dan istilah Indonesia yaitu ganggang. Ganggang ini berbeda sekali dengan ganggang (Hydrilla spp). Orang sering keliru dalam penamaan serta pengenalannya, jadi berhati-hatilah dalam mengenali dan memberi nama rumput laut.
Di Indonesia sendiri, rumput laut mempunyai bermacam-macam nama, sesuai dengan daerah tempat dia ditemukan. Di pulau Jawa dikenal dengan nama kades, ganggang atau rambu kasang. Di pulau Bali disebut bulung, di pulau Lombok namanya lelusa. Sedang di kepulauan Maluku dikenal dengan nama arien.

2.2   Habitat Rumput Laut
Habitat atau tempat hidup alga adalah di air, baik itu air tawar, payau, maupun laut, selain itu dapat pula di tanah yang lembab. Umumnya dia hidup sebagai plankton (jasad renik), yang terdiri dari:
  1. Zooplankton, plankton yang dapat bergerak sendiri.
  2. Phytoplankton, plankton yang tidak dapat bergerak sendiri, sifatnya lebih mendekati sifat tanaman.
  3. Benthos, yaitu ganggang atau alga yang hidup di dasar perairan, sedangkan yang hidupnya terapung disebut Neuston
Sebagian jenis alga lagi hidupnya menempel pada tumbuhan lain, hewan, karang yang mati, potongan karang, dan substrat keras lainnya, baik yang alami maupun buatan (artificial) yang biasa disebut periphyton.
2.3   Klasifikasi dari Rumput Laut
Alga atau ganggang dapat diklasifikasikan menjadi tujuh divisi, berdasarkan pada pigmentasi yang ada di dalam tubuh alga, yaitu :
  1. 1.      Divisi Cyanphyta (alga biru)
Tepat hidup dari alga divisi ini umumnya di tempat lembab, air tawar, dan dapat hidup mulai dari suhu 0o-75o. Beberapa genus (marganya) ada yang hidup bebas, epifit (hidup pada kulit tumbuhan), epizoik (hidup pada kulit hewan), endofit (hidup dalam jaringan tumbuhan), dan menempel pada dasar perairan, juga ada yang bersimbiosis.
Susunan tubuhnya ada yang bersel satu (uniseluler), membentuk koloni dan filamen. Alga biru dapat melakukan fotosintesis yang menghasilkan tepung sianofise dan sianofisin (sejenis protein). Hal ini dikarenakan tubuhnya mengandung klorofil ”a” dengan karotenoidnya beta (β).
  1. 2.      Divisi Chlorophyta (Alga hijau)
Divisi Chlorophyta ini dibagi menjadi dua kelas, yaitu :
  1. Chlorophyceae (alga hijau)
Tempat hidupnya kelompok alga hijau ini umumnya pada tempat yang lembab, di air tawar, payau, maupun air laut, hidup bebas dan menempel, namun ada juga yang hidup secara epifit, endofit, epizoik, serta bersimbiosis.
Susunan tubuhnya ada yang bersel tunggal (uniseluler) maupun bersel banyak (poliseluler), tetapi ada juga di antaranya yang membentuk kolomi dan filamen.
Alga dari divisi ini dapat melakukan proses fotosintesis yang menghasilkan amilum dan lemak. Hal ini dikarenakan tubuhnya mengandung klorofil “a” dan “b”, karotenoidnya alfa (α) dan beta (β). Perkembangbiakannya  secara sporik, namun ada juga yang gametik.
  1. Charophyceae (alga karang)
Tempat hidupnya, umumnya di dasar air tawar dan melekat. Susunan tubuhnya bersel tunggal, tetapi ada juga yang bersel banyak (poliseluler).
Alga karang ini memiliki persamaan dengan alga hijau. Persamaanya terletak pada cadangan makanannya, yaitu amilum dan lemak. Perkembangbiakannya, umumnya secara vegetatip dan gametik.
  1. 3.      Divisi Euglenophyta
Lingkungan hidupnya di kolom-kolom air tawar yang banyak bahan organik. Hidupnya sering dijumpai sebagai zooplankton dan endozoik. Susunan tubuhnya bersel tunggal dan ada sebagian yang hidupnya berkelompok. Pigmentasinya antara lain klorofil “a” dan “b”, serta karotenoidnya beta (β). Perkembangbiakannya secara vegetatif saja, yaitu dengan pembelahan longitudinal.
  1. 4.      Divisi Phyrophyta (alga api)
Divisi ini hanya mempunyai satu kelas saja, yaitu Dinophyceae (alga yang gerakannya memutar) Tempat hidup alga ini umumnya di air laut, tetapi ada juga beberapa jenisnya yang hidup di air tawar. Tubuhnya umumnya bersel tunggal. Pigmentasi yang dimiliki alga dari kelas Dinophyceae ini antara lain, klorofil “a” dan “c”. Perkembangbiakannya dapat terjadi secara vegetatif, sporik, maupun gametik.
  1. 5.      Divisi Chrysophyta (alga keemasan)
Divisi Chrysophyta atau alga keemasan ini dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu sebagai berikut :
  1. Xanthophyceae
Alga ini memiliki warna dominan kekuningan. Tempat hidupnya di air tawar, laut dan juga tanah yang agak lembab, dengan sifat hidupnya ada yang melekat dan ada pula yang bebas. Susunan tubuh dari alga ini adalah sel tunggal, dan ada juga yang membentuk filamen dan tubular. Pigmentasinya antara lain, klorofil ”a” dan ”c”. Perkembangbiakannya dapat terjadi secara vegetatif, sporik, maupun gametik.
  1. Chrysophyceae (alga keemasan)
Alga keemasan tempat hidupnya kebanyakan di laut, tetapi ada juga yang hidup di air tawar. Susunan tubuhnya umumnya bersel tunggal (uniseluler), dan ada juga yang membentuk koloni-koloni. Mengandung klorofil ”a” dan ”c”. Perkembangbiakannya umumnya secara vegetatif dan sporik.
  1. Bacillariophyceae (alga kersik, diatome)
Tempat hidup alga kersik atau diatome ini umumnya di air laut, namun ada juga sebagian yang hidup di air tawar dan tanah yang lembab. Susunan tubuhnya, umumnya bersel tunggal. Pigmentasi yang dimiliki alga dari kelas ini antara lain, klorofil ”a” dan ”c”. Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif dan gametik

  1. 6.      Divisi Phaeophyta (alga perang)
Lingkungan hidupnya umumnya di laut dan hanya sebagian kecil saja yang hidup di muara sungai yang berair payau. Susunan tubuhnya, umumnya bersel banyak (multiseluler) dan tubuhnya sudah dapat dibedakan antara helaian (lamina), tangkai (stipe), dan pangkal yang bentuknya menyerupai akar (haptera).
Pigmentasi yang dimiliki alga perang, antara lain, klorofil ”a” dan ”c”, sedangkan cadangan makanannya berupa Manitol (senyawa alkohol) dan Laminarin (senyawa karbohidrat). Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif, sporik, dan gametik.
  1. 7.      Divisi Rhodophyta (alga merah)
Tempat hidupnya di air laut, mulai dari tepi pantai sampai laut yang agak dalam. Untuk susunan tubuhnya, umumnya bersel banyak (multiseluler), tetapi ada juga yang bersel tunggal (misalnya Porphyridium) dan sering juga membentuk filamen (bengang).
Pigmentasi yang dimiliki alga merah antara lain, klorofil ”a” dan “d”. Cadangan makanannya berupa tepung florida. Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif, yaitu dengan fragmentasi, sporik dan gametik
2.4   Manfaat Rumput Laut
Rumput laut telah lama digunakan sebagai makanan maupun obat-obatan di negeri Jepang, Cina, Eropa maupun Amerika. Diantaranya sebagai nori, kombu, puding atau dalam bentuk hidangan lainnya seperti sop, saus dan dalam bentuk mentah sebagai sayuran. Adapun pemanfaatan rumput laut sebagai makanan karena mempunyai gizi yang cukup tinggi yang sebagian besar terletak pada karbohidrat di samping lemak dan protein yang terdapat di dalamnya.
Di samping digunakan sebagai makanan, rumput laut juga dapat digunakan sebagai penghasil alginat, agar-agar, carrageenan, fulceran, pupuk, makanan ternak dan Yodium. Beberapa hasil olahan rumput laut yang bernilai ekonomis yaitu :
  1. Alginat, digunakan pada industri farmasi sebagai emulsifier, stabilizer, suspended agent dalam pembuatan tablet, kapsul;
  2. kosmetik : sebagai pengemulsi dalam pembuatan cream, lotion, dan salep
  3. makanan : sebagai stabilizer, emulsifier, thickener, additive atau bahan tambahan dalam industri tekstil,
  4. Agar-agar, banyak digunakan pada industri/bidang : kertas, keramik, fotografi dan lain-lain ;
mikrobiological : sebagai cultur media


BAB III
PENUTUP

3.1   Kesimpulan
  1. Rumput Laut adalah sejenis alga yang memiliki zat warna yang juga disebut klorofil dengan berbagai macam warna.
  2. Habitat hidup rumput adalah di air, yaitu air tawar, laut, payau dan ada beberapa yang hidup di tanah yang lembab.
  3. Rumput laut dapat diklasifikasikan kedalam tujuh divisi, berdasarkan pada pigmentasi yang ada di dalam tubuh rumput laut itu sendiri, yaitu Cyanophyta (alga biru), Chlorophyta (alga hijau), Euglenophyta, Pyrophyta (alga api), Chrysophyta (alga keemasan), Phaeophyta (alga perang), Rhodophyta (alga merah).
Rumput Laut dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bahan dasar pembuat kosmetik, agar-agar, alginat dan juga dapat dibudidayakan

(Makalah) Prinsip Demokrasi

BAB I
PENDAHULUAN
  1. 1.    Latar Belakang
Demokrasi lahir sejak zaman Yunani Kuno, tepatnya di Negara kota (polis) Athena sekitar tahun 500 SM. Pada tahun 508 SM seorang warga Athena bernama Kleistenes melakukan pembururan pemerintah negera Kota Athena. Bentuk pemerintahan yang baru ini disebut demokratia. Istilah demokratia tersebut dikemukakan oleh sejarahwan Herodotus (490-420 SM) untuk menyebut system kenegaraan hasil pembaruan Klaistenes.
Konsep demokrasi lahir dari Negara Yunani Kuno yang dipraktikkan dalam hidup bernegara antara abad ke-4 SM – ke 6 M. Demokrasi yang dipraktikan pada waktu itu adalah yaitu demokrasi langsung (direct democract). Artinya, hak rakyat untuk membuat keputusan-keputusan politik dijalankan secara langsung oleh seluruh rakyat atau warga Negara karena Yunani pada waktu itu berupa Negara nota (Polis/city state) yang berpenduduk kurang lebih 300 ribu orang.
Secara etimologis, demokrasi terdiri atas dua kata yang berasal dari Bahasa Yunani. Yaitu kata Demos yang berarti rakyat atau penduduk suatu tempat dan cratien atau Cratos yang berarti kekuasaan (pemerintahan). Jadi, demokrasi berarti suatu Negara yang kekuasaan pemerintahannya dipegang oleh rakyat.
Pengertian yang dianggap umum dan populer dari demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Pengertian ini dikemukakan oleh Abraham Lincoln (mantan Presiden AS) pada tahun 1863, bahwa demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, dan untuk rakyat (demokration is goveretment of the people, by the people dan for the people).
Pemerintah dari rakyat kekuasaan Negara itu berada di tangan rakyat sumber kekuasaan Negara adalah rakyat. Pemerintahan oleh rakyat maksudnya pemerintah atas nama rakyat atau atas kehendak rakyat. Pemerintah untuk rakyat maksudnya penyelenggaraan pemerintahan ditujukan untuk kepentingan rakyat atau kesejaheteraan  rakyat.
  1. 2.    Tujuan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu untuk menjelaskan mengenai prinsip-prinsip demokrasi di indonesia
BAB II
PEMBAHASAN

  1. 1.      Prinsip-prinsip Demokrasi
    1. Keterlibatan warga negara dalam pembuatan keputusan politik.
    2. Tingkat persamaan (kesetaraan) tertentu antara warga negara.
    3. Tingkat kebebasan atau kemerdekaan tertentu yang diakui dan dipakai oleh para warga negara.
    4. Penghormatan terhadap supremasi hukum.

Prinsip demokrasi yang didasarkan pada konsep di atas (rule of law), antara lain sebagai berikut :
  1. Tidak adanya kekuasaan yang sewenang-wenang;
  2. Kedudukan yang sama dalam hukum;
  3. Terjaminnya hak asasi manusia oleh undang-undang

  1. 2.      Makna Budaya Demokrasi
Pertama kali demokrasi diterapkan di Yunani di kota Athena dengan demokrasi langsung, yaitu pemerintahan dimana seluruh rakyat secara bersama-sama diikutsertakan dalam menetapkan garis-garis besar kebijakan pemerintah negara baik dalam pelaksanaan maupun permasalahannya.

Tokoh-tokoh yang mempunyai andil besar dalam memperjuangkan demokrasi, antara lain sebagai berikut :
a. John Locke (Inggris)
John Locke menganjurkan perlu adanya pembagian kekuasaan dalam pemerintahan negara, yaitu sebagai berikut:
1) Kekuasaan Legislatif yaitu kekuasaan pembuat undang-undang.
2) Kekuasaan Eksekutif yaitu kekuasaan melaksanakan undang-undang.
3) Kekuasaan Federatif yaitu kekuasaan untuk menetapkan perang dan damai, membuat perjanjian (aliansi) dengan negara lain, atau membuat kebijaksanaan/perjanjian dengan semua orang atau badan luar negeri.
b. Montesquieu (Prancis)
Kekuasaan negara dalam melaksanakan kedaulatan atas nama seluruh rakyat untuk menjamin, kepentingan rakyat harus terwujud dalam pemisahaan kekuasaan lembaga-lembaga negara, antara lain sebagai berikut:
1) Kekuasaan Legislatif yaitu kekuasaan pembuat undang-undang.
2) Kekuasaan Eksekutif yaitu kekuasaan melaksanakan undang-undang.
3) Kekuasaan Yudikatif yaitu kekuasaan untuk mengawasi pelaksanaan undang-undang oleh badan peradilan.
c. Abraham Lincoln (Presiden Amerika Serikat)
Menurut Abraham Lincoln “Democracy is government of the people, by people, by people, and for people”. Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

  1. 3.      Budaya Prinsip Demokrasi
    Pada hakikatnya demokrasi adalah Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Kerakyatan adalah kekuasaan tertinggi yang berada di tangan rakyat. Hikmah kebijaksanaan adalah penggunaan akal pikiran atau rasio yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Permusyawaratan adalah tata cara khas kepribadian Indonesia dalam merumuskan dan memutuskan sesuatu hal berdasarkan kehendak rakyat sehingga mencapai mufakat. Isi pokok-pokok demokrasi Pancasila, antara lain sebagai berikut :
  1. Pelaksanaan demokrasi harus berdasarkan Pancasila sesuai dengan yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat.
  2. Demokrasi harus menghargai hak asasi manusia serta menjamin hak-hak minoritas.
  3. Pelaksanaan kehidupan ketatanegaraan harus berdasarkan berdasarkan atas kelembagaan.
  4. Demokrasi harus bersendikan pada hukum seperti dalam UUD 1945. Indonesia adalah negara hukum (rechstaat) bukan berdasarkan kekuasaan belaka (machstaat).
Demokrasi Pancasila juga mengajarkan prinsip-prinsip, antara lain sebagai berikut:
  • Persamaan
  • Keseimbangan hak dan kewajiban
  • Kebebasan yang bertanggung jawab
  • Musyawarah untuk mufakat.
  • Mewujudkan rasa keadilan sosial.
  • Mengutamakan persatuan nasional dan kekeluargaan.
  • Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional.

Ada 11 prinsip yang diyakini sebagai kunci untuk memahami perkembangan demokrasi, antara lain sebagai berikut :
  • Pemerintahan berdasarkan konstitusi
  • Pemilu yang demokratis
  • Pemerintahan lokal (desentralisasi kekuasaan)
  • Pembuatan UU
  • Sistem peradilan yang independen
  • Kekuasaan lembaga kepresidenan
  • Media yang bebas
  • Kelompok-kelompok kepentingan
  • Hak masyarakat untuk tahu
  • Melindungi hak-hak minoritas
  • Kontrol sipil atas militer
  1. 4.      PELAKSANAAN DEMOKRASI DI INDONESIA SEJAK ORDE LAMA, ORDE BARU, DAN ORDE REFORMASI.
    1. a.      Prinsip Demokrasi Pancasila
      Demokrasi Pancasila adalah kedaulatan rakyat yang dijiwai oleh dan diintegrasikan dengan keseluruhan sila-sila dalam Pancasila. Ciri khas demokrasi Pancasila adalah musyawarah mufakat. Corak khas demokrasi Pancasila dapat dikenali dari sisi formal dan material. Dari sisi formal, demokrasi Pancasila mengandung makna bahwa setiap pengambilan keputusan sedapat mungkin didasarkan pada prinsip musyawarah untuk mufakat. Dari sisi material, demokrasi Pancasila menampakkan sifat kegotongroyongan.

Prinsip-prinsip demokrasi Pancasila, antara lain sebagai berikut :
a. Persamaan bagi seluruh rakyat Indonesia
b. Keseimbangan antara hak dan dan kewajiban.
c. Kebebasan yang bertanggung jawab.
d. Mewujudkan rasa keadilan sosial.
e. Pengambilan keputusan dengan musyawarah mufakat.
f. Mengutamakan keputusan dengan musyawarah mufakat.
g. Menjunjung tinggi tujuan dan cita-cita nasional.

  1. b.      Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia
    a. Masa Orde Lama
    Masa Orde Lama berlangsung mulai tanggal 5 Juli 1959 sampai dengan 1 Maret 1966. Berikut ini pelaksanaan demokrasi pada masa Orde Lama. Demokrasi yang diterapkan adalah demokrasi terpimpin.
    Ciri umum demokrasi terpimpin, antara lain
    a) Adanya rasa gotong royong.
    b) Tidak mencari kemenangan atas golongan lain.
    c) Selalu mencari sintesa untuk melaksanakan amanat rakyat.

Selama pelaksanaan demokrasi terpimpin kecenderungan semua keputusan hanya ada pada Pemimpin Besar Revolusi Ir. Sukarno. Hal ini mengakibatkan rusaknya tatanan kekuasaan negara, misalnya DPR dapat dibubarkan, Ketua MA, MPRS menjadi Menko pemimpin partai banyak yang ditangkapi.

b. Masa Orde Baru
Masa Orde Baru berlangsung mulai dari 11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998. Berikut ini pelaksanaan demokrasimasa Orde Baru.
Demokrasi yang berkembang adalah demokrasi Pancasila sesuai dengan Pembukaan UUD 1945 Alinea keempat.
Ciri umum demokrasi Pancasila, antara lain sebagai berikut:
a) Mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
b) Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
c) Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
d) Selalu diliputi semangat kekeluargaan.
e) Adanya rasa tanggung jawab dalam menghasilkan musyawarah.
f) Dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
g) Hasil keputusan harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Pelaksanaan demokrasi Pancasila antara lain sebagai berikut:
a) Masih belum sesuai dengan jiwa dan semangat ciri-ciri umum. Kekuasaan presiden begitu dominan baik dalam suprastruktur politik.
b) Banyak terjadi manipulasi politik dan KKN yang telah membudaya. Ini mengakibatkan negara Indonesia terjerumus dalam berbagai krisis yang berkepanjangan.

  1. c.       Masa Reformasi
    Berlangsung mulai dari Mei 1998 sampai dengan sekarang. Ciri-ciri umum demokrasi Pancasila masa Reformasi, seperti yang tercantum pada demokrasi Pancasila. Selain itu juga lebih ditekankan pada :
    - Penegakkan kedaulatan rakyat dengan memberdayakan pengawasan sebagai lembaga negara, lembaga politik, dan kemasyarakatan.
    - Pembagian secara tegas wewenang antara badan legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
    - Penghormatan kepada keberadaan asas, ciri aspirasi, dan program parpol yang multipartai. Pelaksanaan demokrasi di Indonesia selama kurun waktu 60 tahun terakhir telah banyak mengalami perubahan yang mencakup berbagai hal, yaitu sebagai berikut :
    a. Periode 1945-1949 dengan UUD 1945 seharusnya berlaku demokrasi Pancasila namun dalam penerapan berlaku demokrasi liberal
    b. Periode 1949-1950 dengan konstitusi RIS berlaku demokrasi liberal.
    c. Periode 1950-1959 dengan UUDS 1950 berlaku demokrasi liberal dengan multipartai.
    d. Periode 1959-1965 dengan UUD 1945 seharus berlaku demokrasi Pancasila, namun yang diterapkan demokrasi terpimpin (cebderung otoriter).
    e. Periode 1966-1998 dengan UUD 1945 berlaku demokrasi Pancasila (cenderung otoriter).
    f. Periode 1998 sampai sekarang dengan UUD 1945 berlaku demokrasi Pancasila (cenderung ada perubahan menuju demokratisasi).
  2. 5.      Pelaksanaan Pemilu pada Masa Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi.
    Sejak Indonesia merdeka telah melaksanakan pemilu sebanyak sembilan kali.
a. Tujuan Pemilu
1) Melaksanakan kedaulatan rakyat.
2) Sebagai perwujudan hak asasi politik rakyat.
3) Untuk memilih wakil-wakil rakyat yang duduk di DPR.
4) Melaksanakan pergantian personil pemerintahan secara damai, aman, dan tertib (secara konstitusional).
5) Menjamin kesinambungan pembangunan nasional.

b. Asas Pemilu Indonesia
Sesuai dengan Pasal 22 E Ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi “Pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil”.
c. Pelaksanaan Pemilu di Indonesia.
1. Pemilihan Umum Pertama dilaksanakan tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota parlemen (DPR), tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota Dewan Konstituante. Diikuti 28 partai politik.
2. Pemilihan Umum Kedua dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 1971 yang diikuti sebanyak 10 partai politik.
3. Pemilihan Umum Ketiga dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 1977 yang diikuti oleh dua Parpol dan satu Golkar. Hal ini dikarenakan terjadi fusi parpol dari 10 parpol peserta pemilu 1971 disederhanakan menjadi 3 dengan ketentuan sebagai berikut.
a) Partai yang berhaluan spiritual material fusi menjadi PPP (Partai Persatuan Pembangunan)
b) Partai yang berhaluan material-spriritual fusi menjadi PDI (Partai Demokrasi Indonesia)
c) Dan partai yang bukan keduanya menjadi Golkar (Golongan Karya).
4. Pemilihan Umum Keempat dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 1982.
5. Pemilihan Umum Kelima dilaksanakan pada tanggal 23 April 1987.
6. Pemilihan Umum Keenam dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 1992, peserta pemilu masih dua parpol (PPP dan PDI) serta satu Golongan Karya.
7. Pemilihan Umum Ketujuh dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 1997. Peserta pemilu adalah PPP, Golkar, dan PDI. Jumlah anggota DPR 500 orang dan anggota MPR 1.000 orang dengan rincian sebagai berikut.
a) Unsur ABRI 75 orang
b) Utusan Daerah 149 orang
c) Imbangan susunan : anggota MPR 251 orang
utusan golongan 100 orang
Jumlah 1.000 orang
8. Pemilihan Umum Kedelapan (Era Reformasi) dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 1999 yang diikuti sebanyak 48 partai politik. Pada pemilu ini telah terpilih jumlah anggota DPR sebanyak 500 orang dan jumlah anggota MPR sebanyak 700 orang dengan rincian DPR dipilih 462 orang, DPR unsur TNI/Polri 38 orang, utusan daerah 135 orang, dan utusan golongan 65 orang.
9. Pemilihan Umum Kesembilan dilaksanakan tanggal 5 April 2004 yang diikuti 24 partai politik. Ini telah terjadi penyempurnaan pemilu, yakni pemilu dilaksanakan untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota serta memilih presiden dan wakil presiden.

  1. 6.      PERILAKU BUDAYA DEMOKRASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
    Perilaku Budaya Demokrasi
    Dalam rangka mengoptimalkan perilaku budaya demokrasi maka sebagai generasi penerus yang akan mempertahankan negara demokrasi, perlu mendemonstrasikan bagaimana peran serta kita dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Prinsip-prinsip yang patut kita demonstrasikan dalam kehidupan berdemokrasi, antara lain sebagai berikut :
    a. Membiasakan untuk berbuat sesuai dengan aturan main atau hukum yang berlaku.
    b. Membiasakan bertindak secara demokratis bukan otokrasi atau tirani.
    c. Membiasakan untuk menyelesaikan persoalan dengan musyawarah.
    d. Membiasakan mengadakan perubahan secara damai tidak dengan kekerasan atau anarkis.
    e. Membiasakan untuk memilih pemimpin melalui cara-cara yang demokratis.
    f. Selalu menggunakan akal sehat dan hati nurani luhur dalam musyawarah.
    g. Selalu mempertanggungjawabkan hasil keputusan musyawarah baik kepada Tuhan, masyarakat, bangsa, dan negara.
    h. Menggunaka kebebasan dengan penuh tanggung jawab.
    i. Membiasakan memberikan kritik yang bersifat membangun. Perilaku Budaya Demokrasi dalam Lingkungan Keluarga
    a. Lingkungan Keluarga
    1) Membiasakan diri untuk menempatkan anggota keluarga sesuai dengan kedudukannya.
    2) Membiasakan mengatasi dan memecahkan masalah dengan jalan musyawarah mufakat.
    3) Saling menghargai perbedaan pendapat masing-masing anggota keluarga.
    4) Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

b. Lingkungan Sekolah
1) Berusaha selalu berkomunikasi individual.
2) Ikut serta dalam kegiatan politik di sekolah seperti pemilihan ketua OSIS, ketua kelas, maupun kegiatan yang lain yang relevan.
3) Berani mengajukan petisi (saran/usul).
4) Berani menulis artikel, pendapat, opini di majalah dinding.
5) Selalu mengikuti jenis pertemuan yang diselenggarakan OSIS.
6) Berani mengadakan kegiatan yang merupakan realisasi dari program OSIS dan sebagainya.

  1. d.      Lingkungan masyarakat
    1) Bersama-sama menjaga kedamaian masyarakat.
    2) Berusaha mengatasi masalah yang timbul dengan pemikiran yang jernih.
    3) Mengikuti kegiatan rembug desa.
    4) Mengikuti kegiatan kerja bakti.
    5) Bersama-sama memberikan ususlan demi kemajuan masyarakat. Ada beberapa contoh perilaku yang dapat mendukung tegaknya prinsip-prinsip demokrasi, antara lain sebagai berikut :
    a. Menghindarkan perbuatan otoriter.
    b. Melaksanakan amanat rakyat.
    c. Melaksanakan hak tanpa merugikan orang lain.
    d. Mengembangkan toleransi antarumat beragama.
    e. Menghormati pendapat orang lain.
    f. Senang ikut serta dalam kegiatan organisasi misalnya OSIS, Pramuka, PMR dan sebagainya.
    g. Menentukan pemimpin dengan jalan damai melalui pemilihan.Menerima perbedaan pendapat.





BAB III
PENUTUP

  1. 1.      KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat kami simpulkan yaitu prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah terakomodasi dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Prinsip-prinsip demokrasi, dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal dengan “soko guru demokrasi”.Menurutnya, prinsip-prinsip demokrasi adalah:
1. Kedaulatan rakyat;
2. Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah;
3. Kekuasaan mayoritas;
4. Hak-hak minoritas;
5. Jaminan hak asasi manusia;
6. Pemilihan yang bebas dan jujur;
7. Persamaan di depan hukum;
8. Proses hukum yang wajar;
9. Pembatasan pemerintah secara konstitusional;
10. Pluralisme sosial, ekonomi, dan politik;
11. Nilai-nilai toleransi, pragmatisme, kerja sama, dan mufakat.

(Makalah) Teropong Bintang


BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Adapun latar belakang pembuatan makalah ini yaitu sebagai bahan pembelajaran bersama di dalam kelas yang nantinya di gunakan sebagai acuan belajar diskusi siswa, dengan disusunnya makalah ini diharapkan siswa mampu menerapkan dan mempelajari lebih lanjut mengenai teropong bintang dari fungsi dan cara kerjanya.

2.      Tujuan Penyusunan Makalah
Adapun tujuan pembuatan makalah ini yaitu sebagai berikut:
1.      Menjelaskan pengertian dan sejarah teropong bintang
2.      Menjelaskan Komponen yang terdapat dalam teropong bintang
3.      Mengetahui cara kerja teropong bintang
4.      Mengetahui pembesaran teropong bintang








BAB II
PEMBAHASAN

Teropong bintang
1.      Pengertian  dan sejarah teropong bintang
Pengertian teropong bintang adalah sebuah jenis peralatan yang digunakan untuk membantu pengindraan jauh guna mengamati keberadaan benda-benda yang ada di angkasa. Dengan demikian, kita bisa melihat posisi sebuah benda di angkasa yang tidak bisa dilihat dengan menggunakan mata telanjang.

Dari pengertian teropong bintang, menunjukkan bahwa alat ini memiliki bentuk seperti teropong. Teropong sendiri digunakan untuk melihat sebuah benda dari jarak yang jauh sehingga akan nampak lebih jelas

Dalam pengertian teropong bintang juga dijelaskan bahwa teropong ini menggunakan dua buah lensa positif. Dimana masing-masing lensa berfungsi sebagai lensa obyektif dan lensa okuler. Inilah yang membedakan antara teropong bintang dengan mikroskop. Pada teropong bintang, jarak fokus lensa obyektif lebih besar daripada jarak fokus lensa okuler.

Teropong sendiri secara umum diartikan sebagai sebuah alat optik yang dimanfaatkan untuk melihat benda yang berada di tempat jauh. Misalnya di gunung atau bintang, sehingga bisa nampak lebih dekat serta lebih jelas. Benda ini sudah banyak digunakan sejak abad ke 17. Meski demikian, tidak ada catatan dalam sejarah yang menjelaskan mengenai siapa penemu benda tersebut pertama kali.
Hanya saja, pada tanggal 2 Oktober 1608, pernah dicatat seorang bernama Hans Lippershey yang mencoba mendapatkan hak paten atas teleskop yang dibuatnya. Namun begitu, usaha Luppershey ini gagal karena mendapatkan penolakan dari tim penilai. Sebab, menurut mereka, sebelum Lippershey mendaftarkan hak paten tersebut, sudah banyak dijumpai teleskop yang ada sebelumnya. Sehingga menurut mereka, teleskop tersebut bukanlah hak paten dari Lippershey.
Setahun berikutnya tepatnya pada tahun 1609, Galileo pernah menciptakan sebuah teleskop yang kemudian disebut dengan teropong panggung. Banyak pula orang yang menyebutnya sebagai teropong Galileo. Setelah pembuatan teropong ini, Galileo kemudian sering membuat berbagai jenis teleskop sampai kemudian berhasil melakukan beberapa penemuan di bidang astronomis. Berbagai penemuan inilah yang kemudian menjadikannya dikenal dalam sejarah dunia.
Teleskop Hubble
Teropong terbesar yang ada di dunia disebut dengan teleskop Hubble. Teleskop ini berada di Observatorium Yerkes yang berada di kawasn teluk William Wisconsin, Amerika Serikat. Telekop ini sendiri mempunyai lensa obyek yang diameternya berukuran 1 meter. Itulah mengapa, teleskop ini mampu menangkap cahaya dalam jumlah yang besar untuk masuk ke dalamnya.
Teleskop ini bisa dimanfaatkan guna mengadakan pengamatan obyek secara langsung. Dimana dalam hal ini, lensa okuler akan berfungsi untuk memperbesar dan melihat bayangan yang terbentuk oleh lensa obyektif, sebagaimana halnya pada mikroskop.
Biasanya, pengamatan langsung menggunakan teleskop atau teropong kecil dilakukan untuk hal-hal yang bersifat khusus. Selain itu, teleskop yang dimiliki oleh lembaga penelitian biasanya tidak menggunakan lensa okuler. Dungsi teleskop tersebut, sama halnya dengan lensa kamera yang bertujuan untuk memperbesar obyek. Dengan demikian, mata kita akan mudah untuk mengetahui obyek-obyek yang bentuknya terlihat kecil jika dilihat dengan menggunakan mata telanjang.
Observatorium Boscha
Di Indonesia sendiri memiliki tempat untuk melakukan pengamatan luar angkasa menggunakan teropong bintang. Tempat pengamatan tersebut disebut denga observatorium Boscha yang ada di Lembang, Jawa Barat.
Observatorium Bosscha ini dibangun oleh pemerintahan Belanda melalui Nederlandsch Indisdhe Sterrekundige Vereniging atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Tujuan pendirian observatorium ini sendiri adalah untuk memajukan ilmu Astronomi yang ada di Hindia Belanda. Pembangunan lembaga penelitian ini dilakukan di atas tanah milik Karel Albert Rudolf Bosscha, yang merupakan bos perkebunan teh Malabar. Selain menyumbangkan tanah, Bosscha juga berjanji untuk menyediakan dana guna membeli teropong bintang yang akan digunakan dalam lembaga penelitian tersebut. Itulah mengapa, lembaga ini kemudian disebut dengan Observatorium Bosscha, yang merupakan bentuk penghormatan atas jasa dari Karel Albert Rudolf Bosscha.
Pembangunan observatorium ini sendiri berlangsung selama lima tahun. Dimulai pada tahun 1923, dan diselesaikan pada tahun 1928. Setelah berdiri, observatorium ini melakukan publikasi internasional pertamanya pada tahun 1933.
Namun, seiring dengan berlangsungnya perang dunia ke II dimana Indonesia turut menjadi korban, maka kegiatan penelitian yang dilakukan lembaga tersebut kemudian turut dihentikan. Setelah perang dunia berakhir, observatorium tersebut mengalami kerusakan dan dilakukanlah renovasi total sehingga observatorium tersebut bisa kembali beroperasi.
Selanjutnya, pada tanggal 17 Oktober 1951, NISV menyerahkan pengelolaan observatorium ini kepada pemerintahan Indonesia. Dan setelah Institut Teknologi Bandung berdiri pada tahun 1959, makan Observatorium Bossha dijadikan sebagai bagian dari ITB dan dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan penelitian secara formal.
Observatorium Bosscha sendiri pada saat ini memiliki lima buah teropong bintang yang mempunyai fungsi masing-masing. Kelima teleskop tersebut antara lain adalah teleskop Refraktor Ganda Zeiss, Teleskop Schmidt Bima Sakti, Teleskop Refraktor Bamberg, Teleskop Cassegrain GOTO dan Teleskop Refraktor Unitron.
Untuk teleskop yang terakhir ini, sering digunakan untuk melakuakn pengamatan pada kemunculan hilal atau bulan. Dimana hal ini biasanya terjadi pada saat memasuki bulan Ramadhan untuk menentukan awal dan akhir puasa. Sebab, sebagian besar rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam menggunakan kalender yang didasarkan pada peredaran hilal untuk menentukan hari-hari tersebut.

2.      Komponen-komponen teropong bintang
Adapun komponen yang terdapat pada teropong bintang yaitu :
1.       Penyangga
2.      Lensa pembidik: untuk membidik bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif tanpamemperbesarnya.
3.      Lensa objektif: Lensa yang ditujukan kepada benda-benda angkasa.
4.      Lensa okuler: Lensa yang ditempatkan didekat mata.
5.      Pengatur panjang focus
6.      Pemutar (engsel)

3.      Cara kerja teropong bintang
Prinsip kerja :
a.       Mengkalibrasikan antara lensa pembidik dengan lensa okuler
b.      Mengarahkan lensa pembidik pada sasaran yang akan di bidik.
c.       Setelah obyek terlihat, mengatur lensa okuler dengan cara memutar pengatur panjang lensaokuler untuk mendapatkan obyek yang jelas.

Jarak fokus lensa objektif lebih besar dari jarak fokus lensa okuler
               d   =   fop  +  fob
Letak benda pada teropong bintang :
§  Obyektif : di depan lensa.
§  Okuler : didepan lensa.

Letak bayangan pada teropong bintang :
§  Obyektif : di belakang lensa
§  Okuler : di belakang lensa

Sifat bayangan :
§  Obyektif : nyata, terbalik, diperkecil.
§  Okuler : maya, terbalik, diperbesar.

Bayangan dari lensa obyektif merupakan benda bagi lensa okuler. Benda yang diamatiberada di tempat jauh tak terhingga ini berarti :

Diagram sinar pembentukan bayangan seperti pada gambar berikut ini :

Benda-benda yang diamati sangat jauh sehingga sinar-sinar sejajar menuju ke lensaobjektif. Dua kumpulan sinar-sinar sejajar yang berasal dari bagian atas bintang (T) dan bagianbawah bintang  (B) membentuk bayangan nyata dan terbalik B1T1dibidang fokus lensa objektif.Selanjutnya B1T1dilihat oleh lensa okuler sebagai benda.
Kedudukan lensa okuler dapat diatur sedemikian rupa (digerakkan maju mundur) agarbenda tadi berada di titik api lensa okuler atau  fob dan  fok berimpit. Dengan demikian akan terbentuk bayangan maya, terbalik, dan diperbesar, ditempat jauh yang tak terhingga sehinggamata pengamat tidak perlu berakomodasi, sehingga tidak cepat melelahkan. Dengan demikian,panjang teropong atau jarak kedua lensa adalah
d   =   fop  +  fok
  
        

Sebuah teleskop mempunyai dua sifat-sifat umum:
Ø   Seberapa baik dapat mengumpulkan cahaya.
Ø   Berapa banyak dapat memperbesar gambar.
Sebuah kemampuan teleskop untuk mengumpulkan cahaya yang langsung berhubungandengan diameter lensa atau cermin. Aperture yang digunakan untuk mengumpulkan cahaya.Umumnya, semakin besar aperture, semakin menyalakan teropong mengumpulkan danmembawa fokus, dan terang gambar akhir.Pembesaran teropong, kemampuannya untuk memperbesar gambar, tergantung pada kombinasilensa yang digunakan. Lensa mata melakukan perbesaran. Karena setiap perbesaran dapatdicapai dengan hampir setiap teropong dengan menggunakan eyepieces berbeda, aperture adalahfitur yang lebih penting daripada pembesaran.

4.      Rumus Teropong bintang
Ø Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata tidak berakomodasi
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
Dengan ketentuan:
§  = Jarak lensa objektif dan lensa okuler
§  = Pembesaran teropong bintang
§  = Jarak fokus lensa objektif
§  = Jarak fokus lensa okuler
Ø  Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata berakomodasi maksimum
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:

Dengan ketentuan:
·       = Pembesaran teropong bintang
·       = Jarak fokus lensa objektif
·       = jarak benda di depan lensa okuler








BAB III
PENUTUP

1.    Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat kami simpulkan bahwa teropong bintang mempunyai fungsi yang sama dengan teropong jenis lainnya yaitu untuk memperbesar objek yang jauh, hanya terdapat perbedaan di struktur dan cara kerjanya saja. Teropong bintang umumnya di gunakan oleh bagian tertentu saja, tidak banyak dimiliki orang.

2.    Saran
Kami sebagai penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan, baik dari segi penyajian materi maupun kesalahan dalam penulisannya, maka dari itu kami sebagai penulis menerima kritik dan saran kepada pembaca, guna untuk perbaikan pada penyusunan makalah kami berikutnya